BAB 1 Sistem Ekonomi Indonesia
- PENGERTIAN SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.
Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalaninya dalam kegiatan berekonomi.
Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri, ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsure saja dalam suatu suprasistem kehidupan masyarakat.
Oleh sebab itu DUMAIRY berpendapat behwa sebagai bagian dari suprasistem kehidupan, sistem ekonomi di suatu Negara berkaitan erat dengan sistem-sistem sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat dan sistem serta ideology politik di Negara tersebut.
SANUSI (2000) berpendapat bahwa sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi,sosial-politik,ide-ide) yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang ditujukan kea rah pemecahan problem-problem…..produksi-distribusi konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian, dengan begitu sistem ekonomi dapat diartikan sebagai susunan organisasi ekonomi yang mantap dan teratur.
- SISTEM EKONOMI DAN POLITIK
Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini , yakni
- Sistem Ekonomi Kapitalis
Dalam SANUSI sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi di mana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual.
- Hak milik pribadi
Alat-alat produksi atau sumber daya ekonomi, seperti SDA, modal dan tenaga kerja dimiliki oleh individu dan lembaga-lembaga swasta.
- Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
Kebebasan berusaha adalah Kegiatan produksi dapat dengan bebas dilakukan oleh siapa saja yang mempunyai inisiatif.
Sedangkan kebebasan memilih adalah menyangkut kedaulatan konsumen dan kebebasan pengusaha untuk memperoleh sumber daya ekonomi untuk memproduksi suatu produk yang dipilihnya sendiri untuk dijual dengan tujuan mencari keuntungan yang maximum.
- Motif kepentingan diri sendiri
Motifasi individu untuk memenuhi kepentingan/keuntungan diri sendiri.
- Persaingan
Bebas bersaing dipasar dengan kekuatan masing-masing dan setiap pelaku ekonomi swasta bebas memasuki dan meninggalkan pasar.
- Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
Tingkat harga dan jumlah produksi yang terjual ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
- Peranan terbatas pemerintah
Pemerintah masih mempunyai peran yang dapat membatasi berbagai kebebasan individu, misalnya mengeluarkan peraturan-peraturan yang melarang praktik-praktik monopoli yang sifatnya non-alamiah dan melindungi hak-hak konsumen dan pekerja.
- Sistem Ekonomi Sosialis
Seperti yang dijelaskan di DUMAIRY (1996), sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat. Adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar menyebabkannya tidak mungkin bekerja secara efisien oleh karena itu pemerintah atau Negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Satu hal yg penting untuk dicatat berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.
- Sistem Ekonomi Campuran
Sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.
Sanusi (2000) menjelaskan sistem ekonomi campuran sebagai berikut: dalam sistem ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Ada sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem kapitalis/ liberalis karena kadar kebebasan yang relative besar atau presentase dari sistem kapitalisnya sangat besar. Ada pula sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem ekonomi sosialis dimana peran kekuasaan relative besar teruama dalam menjalankan berbagai kebijakan ekonomi, moneter/fiscal dan lain-lain.
Didalam sistem ekonomi campuran adanya campur tangan pemerintah terutama untuk mengendalikan kehidupan/pertumbuhan ekonomi, mencegah adanya konsentrasi yang terlalu besar di tangan satu orang atau kelompok swasta, juga untuk melakukan stabilisasi perekonomian, mengatur tata tertib serta membantu golongan ekonomi lemah.
Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A | KONTEKS | KUTUB Z |
Liberalisme | Ideoligi politik | Komunisme (menghapus hak perorangan) |
Demokrasi | Rejim pemerintahan | Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas) |
Egaliterisme (Berderajad sama) | Penyelenggaraan kenegaraan | Etatitsme (Lebih mementingkan negara) |
Desentralisme | Struktur birokrasi | Sentralisme |
Kapitalisme | Ideologi ekonomi | Sosialisme |
Mekanisme pasar | Pengelolaan ekonomi | Perencanaan terpusat |
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:
· Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
· Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
· Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya
· Persaingan Terkendali
Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali
· Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
· Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
· Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
· Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
· Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y= Pendapatan Nasional
C= konsumsi
I = Investasi
G= pengeluaran pemerintah(goverment)
X= export
M= import
Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.
Berdasarkan sejarah indonesia dalam pengelolaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme. Percobaan mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hingga akhir tahun 1959.
Referensi :
Tulus Tambunan, perekonomian Indonesia : Jakarta , Ghalia Indonesia ,2009.
Dumairy, perekonomian Indonesia : Jakarta , Erlangga,1996
Nama : Dina Aqmarina
Kelas : 1EB17
NPM : 22210056
Nama : Dina Aqmarina
Kelas : 1EB17
NPM : 22210056
No comments:
Post a Comment